Ketika Jakarta Masukan Judi Kasino dalam Strategi Menambah Pendapatan Daerah

Ketika Jakarta Masukan Judi Kasino dalam Strategi Menambah Pendapatan Daerah

Kemegahan ibu kota Jakarta tak dibangun hanya dalam semalam. Berbagai drama dan cerita tercatat dalam sejarah dibangunnya ibu kota. Perlahan-lahan, Jakarta mulai menunjukan wajahnya hingga menjadi seperti sekarang ini. Salah satu cerita adalah bagaimana jalan-jalan di ibu kota didirikan dari ‘uang judi’. Memang, casino pernah turut ’membangun’ kota Jakarta melalui pajak. Namun casino saat itu tidak diperuntukan bagi semua penduduk Jakarta, hingga efeknya berbeda dengan pengaruh judi casino online. Kemudahan situs judi yang dapat diakses melalui gadget membuat casino online ini sangat berbahaya, terutama bagi kaum muda.

Casino di Tengah Kota Jakarta

Pada saat Ali Sadikin mulai menjabat sebagai Gubernur tahun 1966, kondisi Jakarta masih dikatakan jauh dari sejahtera. Anggaran pembangunan yang hanya 66 juta rupiah, masih jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Banyak jalan dan fasilitas yang kurang atau belum layak. Saat itu Bang Ali memutuskan untuk melegalkan perjudian demi pajak yang dipungut dari kegiatan judi tersebut. Pajak yang ditarik jumlahnya sangat besar sehingga kebutuhan pembangunan diharapkan dapat terpenuhi.

Maka mulai saat itu dibangunlah beberapa casino di Jakarta, yang dipergunakan untuk menjalankan aktifitas perjudian. Diantaranya adalah Hailai dan Copacabana yang terletak di Jakarta Utara. Namun tidak semua orang diperkenankan masuk dan berjudi di sana. Tempat judi tersebut hanya diperuntukan bagi orang-orang yang gaya hidupnya memang tak bisa terlepas dari judi, seperti warga asing dan kaum Tionghoa. Sedangkan umat muslim yang mengharamkan judi tak dibolehkan untuk masuk. Berbeda dengan casino online yang bertebaran di internet, dimana siapapun dapat berjudi sepanjang bisa mengakses situs serta menyediakan uang untuk bertaruh. Dengan demikian pengaruh judi casino online terasa lebih berbahaya karena lebih sulit untuk membatasi siapa saja yang bermain judi di situs tersebut.

Judi Untuk Pembangunan Ibu Kota

Menurut Ali Sadikin, tindakannya melegalkan perjudian sebenarnya ada dasar hukumnya. Undang-undang Nomor 11 tahun 1959 tentang Peraturan Pajak Daerah, sebenarnya mengizinkan Pemerintah Daerah menarik pajak dari izin perjudian. Karena besarnya pajak dari izin perjudian, anggaran belanja DKI Jakarta dari hanya 66 juta rupiah melonjak menjadi 89 miliar rupiah. Banyak fasilitas umum dan prasarana ibu kota yang dibangun serta diperbaiki dari pendapatan tersebut. Seperti membangun sekolah, pasar, puskesmas serta menambah dan melebarkan jalan-jalan penting. Namun pengaruh judi casino online saat ini tidak akan berdampak sama dengan casino pada saat itu, karena judi online hanya akan berefek merugikan bagi pemainnya.

Tentu kebijakan Ali Sadikin menuai kontroversi, karena banyak yang merasa bahwa kebijakan ini tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Maka, begitu Ali Sadikin tidak lagi menjabat di tahun 1977, casino-casino yang ada di Jakarta pun ditarik izinnya dan kegiatan perjudian tidak diperbolehkan lagi. Walau judi kini sudah dilarang, sayangnya masih banyak masyarakat yang melakukan praktek perjudian. Misalnya judi online, dimana sulit bagi pihak yang berwajib untuk melacaknya. Tentu pengaruh casino online terpercaya sebaiknya dihindari karena bisa mengakibatkan masalah keuangan di kemudian hari.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*