Fakta – Fakta Seputar Legalisasi Judi di Jakarta Pada Masa Bang Ali

Fakta - Fakta Seputar Legalisasi Judi di Jakarta Pada Masa Bang Ali

 

Perjudian merupakan suatu hal yang buruk. Tentunya, bagi mereka yang memiliki akal sehat setuju dengan pernyataan yang satu ini. Baik permainan judi online maupun offline, semuanya memberi dampak yang sangat buruk. Apalagi pengaruh judi casino online yang dimainkan oleh para anak-anak di gadget yang saat ini mereka miliki. Perkembangan jaman rupanya ikut membantu penyebaran hal buruk ini sampai kepada anak-anak kita di rumah.

Saking berbahayanya pengaruh judi casino online dan berbagai bentuk judi lainnya, pemerintah di republik Indonesia sampai mengeluarkan peraturan yang melarang masyarakat Indonesia memainkan permainan judi. Bahkan, hukuman denda dan penjara yang berat siap menimpa siapapun yang bersikeras untuk berjudi. Maka dari itu, saat ini ada banyak masyarakat Indonesia yang mendekam di penjara karena bermain judi.

Namun, walaupun saat ini ilegal, perjudian pernah menjadi permainan yang legal di salah satu daerah di Indonesia, yaitu DKI Jakarta. Pada masa itu, DK Jakarta yang dipimpin bang Ali (sapaan akrab Ali Sadikin) memutuskan untuk melegalkan perjudian di Tanah Batavia. Lalu, apa sebenarnya yang membuat seorang Ali Sadikin melegalkan permainan judi? Selain itu apakah pengaruh judi casino online yang saat itu masih tradisional memberi dampak kepada masyarakat?

Kisah Bang Ali Melegalkan Judi

Kisah ini bermula ketika seorang Ali Sadikin terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada pert. Kala itu, Jakarta membutuhkan dana yang sangat besar untuk membangun wilayahnya yang modern. Bang Ali saat itu harus berputar otak demi memenuhi kebutuhan belanja daerah. Ketika itu, melegalisasi perjudian merupakan salah satu opsi yang dimiliki bang Ali. Memang, DKI Jakarta saat itu memiliki hak untuk melegalkan judi. Namun, tidak ada satupun Gubernur yang berani mengambil kesempatan itu.

Setelah mengalami pergolakan batin dan analisis mendalam, Bang Ali pun akhirnya memutuskan untuk melegalkan judi. Tentunya setelah diresmikan, para pemuka agama dan masyarakat pun menentang keputusan itu. Bahkan, Bang Ali dicap sebagai Gubernur Maksiat. Bahkan, istri Bang Ali sampai dijuluki Madame Hwa-Hwe. Hwa-Hwe merupakan salah satu nama judi yang populer saat itu. Padahal, istri bang Ali tidak terkait dengan keputusan itu.

Bang Ali pun menjelaskan kalau yang boleh bermain di tempat perjudian adalah orang Tionghoa. Para masyarakat Muslim dilarang masuk ke tempat perjudian ini. Terbukti, meskipun dicecar, bang Ali berhasil membangun Jakarta dengan hasil perjuadian. Setelah masa jabatannya berakhir, Gubernur pengganti Ali Sadikin tidak berani mengambil keputusan kontroversial ini dan melarang masyarakat seluruhnya untuk bermain judi.

Nah, saat ini, bagi yang masih suka bermain judi, mari segera tinggalkan kebiasaan burukmu. Karena pengaruh judi casino online bisa membuat hal buruk terjadi di dalam hidupmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*